Berapa Banyak Uang Tabungan Saat Situasi Corona?

Berapa Banyak Uang Tabungan Saat Situasi Corona?

Musibah corona telah membuka mata sebagian dari masyarakat tentang betapa pentingnya memiliki uang tabungan. Tentunya sebagian masyarakat juga memiliki tabungan untuk masa depan akan tetapi muncul sebuah pertanyaan tentang berapa banyak uang tabungan yang dibutuhkan saat pandemi corona?.

Kebutuhan Pokok

Sebelum membahas tentang berapa banyak budget yang dibutuhkan, ada hal yang harus di perhatikan yaitu tentang seberapa besar penghasilan bersih yang didapatkan menurut Sasha Hutchison seorang manager akunting. Dengan mengetahui penghasilan bersih yang didapatkan baik dari berdagang ataupun bekerja disebuah perusahaan memungkinkan untuk menghitung total biaya kebutuhan pokok yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

Dengan demikian akan diketahui berapa banyak uang yang bisa ditabung mengingat semua kebutuhan sudah terpenuhi. Dengan mengkalkulasikan semua itu maka dapat diprediksi untuk besarnya kebutuhan selama satu bulan dan juga sisanya yang dapat ditabung. Akan tetapi faktanya pada saat Pandemi kegiatan bekerja tidak akan berjalan normal dan mengurangi pengeluaran dari penghasilan bersih karena tidak adanya ongkos transportasi dan beli makan. Dengan demikin saat pandemi berlangsung bisa dikatakan pengeluaran uang hanya terfokus pada kebutuhan pokok seperti belanja kebutuhan pokok bulanan baik itu untuk dapur, kebutuhan anak, listrik dan sebagainya.

Dan sebagaimana yang diketahui untuk masa Pandemi di sisi ekonomi ini berlangsung hingga bulan Juni karena setelah itu mau tidak mau akan menuju New normal yang memaksa ekonomi akan berputar kembali. Ini artinya kegiatan ekonomi akan mulai bangkit dan perekrutan tenaga kerja akan dilakukan banyak perusahaan.

Jadi besaran tabungan yang diperlukan saat Pandemi corona ini adalah biaya hidup pokok selama 4 bulan terhitung dari masuknya wabah corona ke Indonesia di awal maret. Jadi besaran biaya tabungan yang dibutuhkan untuk masa pandemi corona berbeda-beda disesuaikan dari konsumsi sehari-hari tapi sudah pasti itu hanya berasal dari kebutuhan pokok.

Tentunya tabungan ini hanya berlaku bagi masyarakat yang terdampak corona dan di PHK, beda cerita dengan terdampak corona yang tidak di PHK. Bagi manyarakat yang tidak di PHK tentunya masih mendapatkan gaji meskipun ada kemungkinan pemotongan gaji.

Namun tentunya akan sedikit kemungkinan untuk menggunakan dana tabungan karena uang yang dikeluarkan pada saat pandemi tentunya hanyalah kebutuhan pokok saja. Hal ini mengingat adanya psbb dan semua mall atau tempat wisata dibatasi dan kemungkinan pengeluaran lebih selain kebutuhan pokok kecil.

Secara tidak langsung adanya corona ini memberikan sebuah pelajaran tentang mempersiapkan tabungan masa depan yang layak dan kuat. Karena tidak menutup kemungkinan adanya kondisi serupa yang lebih parah atau New normal yang tidak berjalan lancar yang berakibat makin terpuruknya ekonomi. Oleh karena itu menabunglah selagi sempat karena kebanyak masyarakat tergoda dengan gaya hidup yang tinggi dan melupakan menabung.

sebagaimana saran untuk membiasakan menabung dari seorang profesor ekonomi dan pisikologi di Universitas Camegie Mellon Amerika George Loewnstein yaitu hindari godaan untuk tidak menabung dan lakukan hal yang mengurangi beban maksudnya adalah laukan hal menabung karena ketika menabung akan mengurangi perasaan bersalah karena telah menghamburkan uang yang tidak mungkin kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *